Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

by | May 15, 2026 | Gaya Hidup

Oleh: Netta Sayyidah (Aktivis Muslimah Bekasi)

Sudah bukan hal yang tabu pengaruh dan bahaya pornografi menjdi hal yang biasa, hal ini tidak dibenarkan berdasarkan norma agama, moral maupun hukum. Kekerasan seksual secara verbal maupu fisik sudah duatur dalam UU no.44 tahun 2008 tentang pornografi.

Sebanyak 16 mahasiswa  Fakultas Hukum Universutas Indinesia (FHUI) diduga melakukan pelecehan verbal seksual terhadap puluhan mahasiswa hingga dosen di fakultas tersebut. Peristiwa ini  terungkap setelah viral percakapan antar pelaku di media sosial. Terjadinya peristiwa ini karena pengaruh dan bahaya pornografi.

Satgas PPKS UI (Pencegahan dan Penangan Kekerasan Seksual) bersama penegak hukum berkoordinasi menangai kasus ini dan memberikan sanksi akademis serta pemberhentian jika terbukti bersalah.

Semanakin meningkatnya kasus ini menjadi peringatan keras serta mengkhawatirkan dalam dunia pendidikan. Situasi ini darurat, bukan hanya 1 kasus tetapi sudah menjdi pola yang sistematik, hal ini menunjukkan bahwa sekolah dan kampus telah gagal menjdi tempat dan ruang yang aman.  Demikian ungkapan koordinator Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji. Tercatat  oleh JPPI sejak januari 2026, terjadi 233 kasusj kekerasan, 46% kekerasan seksual, kekeasan fisik 34%, dan 19% perundungan. (bbc.com, 14/4/26)

Rusaknya Sistem Sosial

Dalam hubungan sosial bermasyarakat interaksi antar lawan jenis terjadi. Hubungn antara laki-laki dan perempuan memiliki batasan-batasan yang harus ditaati. Sistem kapitalisme-sekuler menjadikan hubungan antara laki-laki dan perempuan tanpa batas, dengan mengagungkan kebebasan individu yang berdampak pada sistem sosial yang rusak, termasuk kekerasan seksual secara verbal.

Sistem kapitalisme-sekuler menjauhkan aturan Allah yang berperan dalam mengatur kehidupan dan menjdikan moral sebagai urusan individu.

Dalam sisitem kapitalisme-sekuler agama tidak boleh masuk dalam ranah kehidupan, baik dalam ekonomi, pendidikan, pergaulan, hukum, persanksian termasuk moral pendidikan. Tidak mengenal standar halal dan haram, standar berfikir hanyalah asas manfaat dan maslahat yang juga sarat dengan kepentingan.

Sistem ini mengakibatkan  maraknya kejahatan dan kekerasan seksual verbal seperti tindakan pelecehan menggunakan kata-kata suara atau komentar yang bernada seksual yang merendahkan perempuan  sebagai objektivtas pemuas hasrat yang dianggap lumrah.

Pergaulan dalam Islam

Islam memiliki cara pandang yang khas, batasan antara laki-laki dan perempuan harus berdasarkan tutunan syara’ (Allah). Syariat islam menetapkan hukum perbuatan baik laki-laki dan perempuan terikat dengan hukum syara. Batasan pergaulan laki-laki dan perempuan tidak melakukan ikhtiklat (bercampur baur), berkholwat (berdua-duaan ) dan harus ada pemisahan diantara keduanya.

Batasa  dalam aurat pun menjadi turunan syariat. Jadi ketika laki-laki dan perempuan mau menjaga batasan aurat maka keduanya akan terhindar dari fitnah, aurat perempuan sebatas wajah dan telapak tangan dan tidak tabaruj. Laki-laki batasan auratnya dari pusar sampai ke bawah lutut. Keduanya harus bisa menahan pandangan dari segala perbuatan maksiat.

Dalam hal lisan pun, hendaklah setiap perkataan yang dilontarkan mengandung kalimat yang baik, tidak boleh mengeluarkan kata-kata yang memgandung unsur maksiat. Hal ini semata-mata hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih ridho-Nya.

Bagi pelanggaran syariat pasti akan mendapatkan sanksi  tegas, karena ini merupakan perbuatan haram. Oleh sebab itu setiap muslim pasti akan selalu menjaga setiap perbuatanya dari hal yang merugikan.

Kekerasan seksual akan terus meningkat selama tidak menjadikan sistem pergaulan dalam islam diterapkan secara rinci. Individu, masyarakat dan negara menciptakan lingkungan yang Islami. Setiap individu akan terbentuk dengan kepribadian Islam. Masyarakatpun akan tecipta lingkungan Islam. Negara pun mendukung dengan kebijakan dan aturan-aturan yang berdasarkan syariat islam.

Wallahu’alam bish showab

Artikel Lainnya

Dec 14 2024

Ironi Hari Guru, Kriminalisasi Guru Meningkat

Oleh : Kartini Rosmalah (Dosen Ilmu Komunikasi) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI) membuat apreasiasi...
May 15 2026

Gangster Kian Marak, Kapitalisme Menggeser Arah Hidup Pemuda

Oleh: Rahmawati, S.Pd. (Praktisi Penididkan, Pemerhati Umat dan Aktivis Muslimah Bekasi) Aksi tawuran diduga antar kelompok genster...
May 13 2025

Kita Kira Kita Punya Waktu

Oleh : Yova Meiliza Kita kira kita punya waktu. Jadi dengan santai menunda waktu sholat dengan alasan tanggung mengerjakan tugas. Kita...
Sep 23 2024

Adab Menasehati

Oleh : Yova Meiliza Dalam hadits dari Tamim Ad Dariy radhiallahu’anhu, Rasulullah Saw bersabda:“Agama adalah nasehat”. Para sahabat...
Sep 14 2025

Kemiskinan Dan Permainan Standard ala Kapitalisme Menurut Islam Mewujudkan Kesejahteraan

Oleh : Anah Nurjanah (Aktivis Muslimah Bekasi) Kemiskinan Di Pedesaan Turun Tapi Di Perkotaan Naik Badan pusat statistic (BPS) mencatat...
Aug 12 2025

Teror Debt Collector, Bentuk Kekerasan Struktural

Oleh : Aryanti Aprilia (Aktivis Muslimah Bekasi) Maraknya kebiasaan masyarakat yang konsumtif, sering kali menjadikan hutang sebagai...
Jun 25 2024

Modal Dasar Menjadi Orang Tua

Pertanyaan dalam judul di atas sangat menggelitik dan membuat saya bercermin untuk menjawab pertanyaan itu. Siap nggak ya saya menjadi...
Apr 15 2025

Indonesia Gelap, Islam Solusinya

Oleh : Ayin Harlis Lambang garuda dengan latar hitam ramai diunggah di media sosial di bulan Februari. Lembaga pemantau media sosial,...
Dec 15 2024

Bermanfaat Bagi Orang Lain

Oleh : Yova Meiliza Manusia adalah mahluk sosial yang selalu berhubungan dengan orang lain dan tidak bisa sendiri. Dalam perjalanan hidup...
Jun 15 2026

Maryam al-Ijliyah: Perempuan Insinyur Astronomi Pertama

#sejarahislam oleh: Aksara Maryam al-Ijliyah atau yang bernama lengkap Maryam Al-Ijliyah bintu al-Ijli al-Asturlabi dikenal sebagai...
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments