Lupa Bersyukur

by | Feb 10, 2025 | Dakwah

Oleh : Yova Meiliza

Bersyukur itu mudah tapi tidak semua orang bisa melakukannya. Lihatlah, kita punya motor yang bisa membawa kita pergi kemana-mana. Tapi ketika melihat orang lain yang memiliki motor keluaran baru, kita jadi menginginkannya juga. Apakah karena sudah biasa, jadi motor kita tidak berharga lagi?

Bersyukur itu bisa dirasakan pada hal-hal yang kecil dan sepele. Tapi tidak semua orang bisa melihatnya. Kumpul bersama keluarga, makan bersama walau dengan sajian yang sederhana merupakan nikmat yang luar biasa yang dulu dinanti-nanti. Tapi kini rasa itu hilang diganti kejenuhan. Diganti dengan keinginan makan bersama di restauran atau kafe-kafe viral seperti di media sosial yang banyak dilakukan orang-orang kekinian.

Mengapa sekarang begitu susah untuk bersyukur pada hal-hal yang sederhana? Apakah ini akibat karena kita terlalu sering mendongak ke “atas” sehingga standar hidup kita pun berubah mengikuti materi? Padahal Allah SWT sudah mengingatkan dalam al- Qur’an :

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim : 7)

Allah SWT akan menambah nikmat-Nya bagi orang-orang yang bersyukur. Sebaliknya Allah akan menimpakan azab-Nya pada orang-orang yang mengingkari nikmat-Nya dan tidak mau bersyukur. Bahkan kesehatan yang kita miliki saat ini merupakan nikmat yang tak terhingga yang baru akan dirasakan ketika kita sakit. Jadi, sudahkah kita bersyukur hari ini?

Artikel Lainnya

Sep 05 2025

Reportase MTR Kamila : Mewujudkan Kemerdekaan Hakiki

Indonesia benarkah sudah merdeka? Pertanyaan sederhana dari ustadzah Irta Roshita sebagai narasumber di Majelis Taklim Kamila, Ahad, 24...
Oct 04 2025

Kisruh Aksi Demo, Bukti Kekecawaan Rakyat

Oleh : Kartini Rosmalah D.K. (Dosen Ilmu Komunikasi, Unisma Bekasi) Akhir Agustus lalu, Indonesia mencekam. Kemarahan rakyat tak...
Jun 12 2025

Menyikapi Makanan Halal Abal-Abal

Oleh : Rayhana Radhwa (Narasumber Majelis Taklim Kamila) Masyarakat sedang resah setelah heboh ayam Widuran yang tersohor di Solo ternyata...
May 13 2025

Kekuasaan :  Kesempatan Memperkaya Diri Dalam sistem Kapitalisme

Oleh : Irta Roshita (Aktivis Dakwah) Bukan hanya rumah yang di pagar, ternyata lautan yang begitu luasnya juga di pagari oleh oknum-oknum...
Dec 14 2024

Uang Palsu Merebak, Bukti Negara Tidak Stabil

Oleh: Irta Roshita (Aktivis Muslimah Bekasi) Kebutuhan hidup manusia dapat dipenuhi ketika uang dimiliki. Uang adalah alat tukar yang...
Jul 25 2024

3 Ciri Orang Yang Pandai Mengelola Keuangan

Artikel ini ditulis oleh : Yova Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia...
Mar 14 2026

Kebijakan musiman di Bulan Ramadhan, buah dari Sistem Sekularisme

Oleh: Rahmawati Ramadhan, bulan mulia yang selalu dinanti setiap tahunnya kini telah tiba. Banyakkalangan yang menyambut dengan suka cita....
May 15 2026

Krisis Hunian: Apartemen Bertransformasi Menjadi Hunian Vertikal Bersubsidi

Oleh: Kartini Rosmalah D.K. (Dosen Ilmu Komunikasi) Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman...
Oct 28 2024

Kota Kaya Bukan Pangkal Sejahtera

Oleh: Rayhana Radhwa (Ibu Rumah Tangga tinggal di Kota Bekasi) Masyarakat Kota Bekasi menerima kabar gembira Kota Patriot didapuk dengan...
Oct 04 2025

Kecacingan Berulang Lagi, Penguasa Tak Bebenah Diri?

Oleh: Rayhana Radhwa (Pemerhati Ibu dan Anak) Kalau kita mendengar kata cacing tentu yang terbersit adalah tanah. Namun, kini saat kita...
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments