
#sejarahislam
oleh: Aksara
Maryam al-Ijliyah atau yang bernama lengkap Maryam Al-Ijliyah bintu al-Ijli al-Asturlabi dikenal sebagai perempuan insinyur astronomi dan ahli astrolab pertama dalam peradaban Islam. Ia berasal dari Bani ‘Ijl, bagian dari Bani Bakr, yang tinggal di wilayah Nejed, Arab Tengah. Maryam menjadi salah satu ilmuwan Muslimah yang berperan penting dalam perkembangan ilmu astronomi dan teknologi navigasi pada masanya.
Jauh sebelum Barat mengenal teknologi modern, peradaban Islam telah lebih dahulu menciptakan berbagai alat yang membantu kehidupan manusia. Salah satunya adalah astrolab, alat astronomi yang mulai berkembang pada abad ke-8 Masehi. Dari dunia Islam, khususnya Andalusia di Spanyol, teknologi ini kemudian menyebar ke Eropa pada awal abad ke-12.
Astrolab berasal dari bahasa Yunani yang berarti “penangkap bintang” atau “tempat bintang”. Alat ini digunakan untuk mengetahui posisi benda-benda langit dan membantu navigasi pelayaran, menentukan arah kiblat, waktu shalat, hingga survei wilayah. Selain itu, astrolab juga digunakan untuk memperkirakan gerhana dan mengukur jarak tertentu di bumi, sehingga pembuatnya harus memahami ilmu falak atau astronomi secara mendalam.
Astrolab biasanya dibuat dari bahan kuningan dan berbentuk bundar seperti jam saku dengan berbagai ukuran. Pembuatan alat ini membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kemampuan teknik yang tinggi. Tidak semua orang mampu membuatnya dengan baik.
Maryam mempelajari astronomi dan teknik pembuatan astrolab dari ayahnya yang merupakan pembuat astrolab terkenal. Ayahnya sendiri pernah belajar kepada seorang astronom ternama di Baghdad bernama Bastulus. Sejak kecil, Maryam sering membantu pekerjaan ayahnya di laboratorium hingga kemampuannya semakin berkembang.
Ketika ayah Maryam diangkat menjadi insinyur di istana Aleppo, Suriah Utara, Maryam turut serta membantu pembuatan astrolab besar untuk kepentingan kerajaan. Pada zamannya, Maryam dikenal sebagai satu-satunya perempuan insinyur astrolab. Ia dikenal cerdas, berbakat, dan tekun dalam menuntut ilmu.
Perkembangan teknologi astrolab kemudian menjadi salah satu dasar lahirnya sistem navigasi modern seperti GPS atau Global Positioning System. Dengan teknologi tersebut, manusia kini lebih mudah menentukan lokasi dan arah perjalanan.
Kisah Maryam Al-Ijliyah menunjukkan bahwa Islam mendorong perempuan untuk menuntut ilmu dan berkontribusi dalam peradaban. Semangat belajar dan berkarya yang dimiliki Maryam menjadi bukti bahwa perempuan juga memiliki peran besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan.
