Air Keruh yang Kian Mengeruh di Bawah Bayang Pengelolaan Kapitalistik

by | Dec 15, 2025 | Gaya Hidup

Oleh : Dewinda Pratiwi (Aktivis Muslimah Bekasi)

Keluhan warga Bekasi terhadap air keluaran Tirta Patriot yang tampak keruh dan berbau menyengat kembali menyorot persoalan mendasar dalam tata kelola air di negeri ini. Alih-alih mendapatkan layanan yang layak, masyarakat justru dihadapkan pada kualitas air yang meragukan. Di tengah keresahan itu, mencuat pula dugaan bahwa biaya operasional perusahaan melonjak hingga hampir lima kali lipat—sebuah anomali yang menimbulkan tanda tanya besar tentang transparansi dan pengelolaan anggarannya. Masalahnya pun menjadi jelas: air tidak hanya dikelilingi isu teknis, tetapi juga persoalan tata kelola dan kepentingan.

Ketika Air Diperlakukan sebagai Barang Dagangan
Dalam sistem kapitalisme, air dianggap sebagai komoditas yang sah untuk diperjualbelikan. Selama ada pihak yang mampu membayar, maka akses bisa diberikan—bahkan jika yang membeli adalah korporasi besar sekalipun. Paradigma inilah yang membuat penyediaan air bersih cenderung mengikuti logika untung-rugi, bukan logika pemenuhan kebutuhan publik.
Saat air masuk ke ranah pasar, berbagai konsekuensi muncul: biaya operasi yang melonjak, kebijakan yang disesuaikan dengan modal, hingga eksploitasi sumber air yang berlebihan. Ketika orientasinya adalah profit, kualitas layanan bisa terpinggirkan, sedangkan masyarakat kecillah yang paling merasakan dampaknya.


Negara yang Kehilangan Kendali

Fenomena seperti di Bekasi mengisyaratkan bahwa peran negara dalam mengamankan sumber daya air semakin lemah. Alih-alih bertindak sebagai penjaga utama, negara sering kali tersandera oleh tuntutan investasi dan biaya pengelolaan. Akibatnya, kebijakan yang seharusnya melindungi kepentingan publik justru sering tunduk pada kepentingan korporasi.
Padahal tanpa pengawasan negara yang kuat, eksploitasi sumber air dapat berjalan tanpa batas, memicu kerusakan lingkungan, penurunan kualitas air, dan ketidakadilan akses bagi masyarakat.

Solusi dalam Islam
Air adalah hak publik yang tidak boleh diperjualbelikan. Berbeda dengan kapitalisme, Islam menempatkan air sebagai milik umum (public property). Air tidak boleh dimiliki, dikuasai, atau dikelola untuk kepentingan keuntungan pribadi. Pengelolaannya harus berada di tangan negara sebagai amanah yang wajib ditunaikan untuk seluruh rakyat.

Dalam konsep ini akses air tidak bergantung pada kemampuan finansial. Negara bertanggung jawab menyalurkan air secara adil ke seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah wajib menjaga kelestarian sumber air agar tidak tercemar atau dieksploitasi secara ugal-ugalan. Mekanisme distribusi harus bebas dari motif komersial, karena air adalah kebutuhan hidup, bukan barang jualan. Dengan demikian, Islam menawarkan kerangka pengelolaan yang memprioritaskan kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan lingkungan di atas kepentingan pasar.

Menggugat Sistem, Bukan Sekadar Kasus
Kasus keruhnya air pelanggan Tirta Patriot hanyalah satu dari banyak contoh problem yang timbul ketika logika pasar mendominasi pengelolaan sumber daya vital. Selama paradigma kapitalisme tetap menjadi dasar, persoalan serupa akan terus terulang: biaya membengkak, kualitas menurun, dan rakyat menjadi korban.

Sudah saatnya arah pengelolaan air dievaluasi secara menyeluruh. Air adalah sumber kehidupan—dan tidak sepantasnya kehidupan manusia diletakkan di bawah logika komersialisasi. Kita membutuhkan sistem yang menjadikan air sebagai hak dasar rakyat, bukan objek bisnis.

Artikel Lainnya

Aug 19 2024

Miras – Solusi Semu Melepas Penatnya Kehidupan

Artikel ini ditulis oleh : Yova Meiliza (Aktivis Muslimah di Kota Bekasi) Pemuda asal Kota Gorontalo berinisial GB (21 tahun) mendekam di...
Dec 14 2024

Perempuan Kehilangan Rasa Aman Dalam Kehidupan Kapitalisme

Oleh : Irta Roshita (Aktivis Muslimah Bekasi) Hari ini kaum perempuan kehilangan rasa aman, kehidupan yang sekuler menjadikan kaum...
Feb 10 2025

Taat = Nggak Dapat Cobaan??

Oleh : Yova Meiliza “Ya Allah, aku sudah berusaha taat, solat tepat waktu, gak berprasangka buruk, bersikap baik tapi kenapa ujian-Mu...
Aug 16 2025

Jalur Cepat Dapat Uang : Gadai SK

oleh : Irta Roshita (Aktivis Muslimah Bekasi) Hidup yang super cepat, orang mendapatkan semua dgn mudah dan cepat…kehidupan yang instan...
Feb 10 2025

Urgensinya Junnah Bagi Pelindung Anak-anak Gaza

Oleh : Ayin Harlis (Aktivis Muslimah Bekasi) Kondisi anak-anak Gaza makin mengenaskan, satu anak tewas setiap jamnya dan dalam hampir 15...
May 13 2025

Kita Kira Kita Punya Waktu

Oleh : Yova Meiliza Kita kira kita punya waktu. Jadi dengan santai menunda waktu sholat dengan alasan tanggung mengerjakan tugas. Kita...
Jul 28 2024

4 Tujuan Utama Pernikahan dalam Islam

Pernikahan dalam pandangan islam bukan hanya bertujuan untuk menghalalkan hubungan seksual, walaupun memang itu menjadi salah satu...
Sep 05 2025

Reportase MTR Kamila : Mewujudkan Kemerdekaan Hakiki

Indonesia benarkah sudah merdeka? Pertanyaan sederhana dari ustadzah Irta Roshita sebagai narasumber di Majelis Taklim Kamila, Ahad, 24...
Sep 30 2024

Kabar Gembira untuk Orangtua

Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu: أنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا مَاتَ...
Jul 22 2024

Judi Online Merajalela, Hidup Makin Sengsara

Sejarah Judi di Indonesia Berdasarkan literatur dan informasi yang telah ditelusuri ternyata ditemukan bahwa judi sudah ada dari 4000...
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments