One Piece dan Suara Ketidakadilan

by | Sep 5, 2025 | Gaya Hidup

Oleh : Kartini Rosmalah D.K. (Dosen Ilmu Komunikasi, Unisma Bekasi)

Tak terasa sudah 80 tahun Indonesia merdeka. Kibaran bendera berjejer di barisan rumah dan bangunan kota. Banyak penjual bendera yang berkeliling menjajaki jualannya untuk meriahkan hari kemerdekaan.

Tapi konon katanya bendera merah putih memiliki makna sendiri. Maknanya suci dan berani. Sebagaimana yang diharapkan oleh para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan untuk membela Nusantara ini dengan gagah berani dan kesucian iman ilahi.

Namun, sayang disayang makna suci dan berani ini tak disentuh dihati. Kibaran bendera merah putih kini bersanding dengan bendera topi jerami. Bendera dari seri anime jepang one peace kini menjadi viral di jagat +68.

Awal ceritanya ada pengemudi dan sebagian masyarakat mengibarkan bendera merah putih dan one peace secara bersamaan. Katanya ini sebagai bentuk keprihatinan dan kekecewaan rakyat terhadap kebijakan pemerintah yang membuat kondisi ekonomi rakyat makin melarat.

Namun tak disangka, pro kontra pun terjadi. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan maraknya pengibaran bendera tengkorak tersebut berpotensi menjadi upaya memecah belah bangsa (metrotvnews.com, 1/8/25). Begitu pula menurut anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo, menyebutkan tindakan ini sebagai bentuk provokasi dan makar dalam mengikis nilai-nilai bangsa (kompas.com, 1/8/25)

Bendera One Peace dan Relevansinya

Mau tahu atau tidak. Mengerti atau tidak. Saat ini Indonesia dalam kondisi tak baik-baik saja. Kemiskinan meningkat karna banyak PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan pengangguran dimana-mana. Sikap konsumtif malas bekerja juga menjadi gejala kronis mental rakyat dan pejabat di negeri ini.

Keadilan hukum yang tumpul diatas tajam dibawah sudah menjadi rahasia umum dan bosan disuarakan. Karena rakyat sudah jenuh dengan ulah penguasa.

Katanya mau efesiensi anggaran, malah pejabat voya-voya. Katanya kas negara kosong, tapi banyak pejabat yang korupsi triliunan. Katanya ingin kasih subsidi ke rakyat, tapi malah merampok uang rakyat dengan pajak selangit. Sampai blokir rekening rakyat yang nganggur. Kata PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) takut rekening rakyat disalahgunakan untuk aktivitas ilegal. Anehnya rekening gendut para pejabat tidak pernah selesai masalahnya. Justru rakyat yang dipermasalahkan.

Inilah benang kusut kondisi negeri ini. Tidak heran bukan ada rakyat ingin menyuarakan isi hatinya dengan sebuah simbol. Salah satu simbolnya bendera one peace. Sekalipun bendera ini hanya fiksi dari anime jepang, tetapi secara realita ini sangat relevan dengan kondisi negeri ini.

Gambaran karakter MC (Main Character) one peace, Monkey D. Luffy, sebagai kapten bajak laut topi jerami memiliki visi dalam hidup bersama timnya yaitu menyuarakan kebebasan, pemberontakan terhadap otoritas yang menindas dan ingin menindak keadilan atas tirani negara dunia.

Harapan besar Luffy tidak jauh berbeda dengan rakyat negeri ini. Indonesia butuh kemanusiaan yang adil dan beradab. Indonesia butuh keadilan sosial. Indonesian butuh persatuan. Bukan kepentingan elit politik dan oligarki yang tidak beradab dan ketidakadilan.

Sistem kapitalisme terus mencengkram negeri ini. Rakyat sampai harus disuruh menanggung beban hidup yang makin berat. Sementara penguasa memudahkan para korporasi menikmati ijin sesukanya. Bahkan perlindungan hukum dan berbagai kemudahan lainnya juga diberikan dengan tangan ringan oleh penguasa agar para korporasi bisa berinvestasi di berbagai bidang dengan alibi pemasukan kas negara.

Alih Sistem

Parah bukan kondisi negeri ini. Sebutan negeri agraria dan maritim sudah tidak melekat lagi. Karena pengalihan fungsi pengelola sumber daya alam bukan oleh negara tapi korporat. Negera memberikan sebebas-bebasnya bagi korporasi ijin untuk berinvestasi. Niat awalnya pemerintah sebagai pemasukan kas negara. Tapi, justru jadi jalan buntu. Antara harapan dan keinginan menjadi jomplang. Negera berharap bisa bekerja sama dengan korporasi, tapi ini menjadi malapetaka.

Korupsi, malpraktek tambang, rusaknya ekosistem, perampasan lahan rakyat, dan kasus lainnya, ini menjadi masalah yang berbahaya dari penerapan sistem negera ini.

Sistem Kapitalisme yang diterapkan di negeri ini akan memberikan kanker-kanker yang mematikan bagi rakyat Indonesia. Semua keadilan akan dimutilasikan. Yang ada hanya kebijakan antirakyat.

Saatnya rakyat butuh perubahan. Butuh solusi jitu untuk menuntaskan persoalan benang kusut ini. Islam hadir tidak hanya sebuah ritual berupa wahyu yang disampaikan melalui Rasulullah saw. Tetapi ada tujuan dalam penerapan sistem aturan kehidupan. Lengkap dari mulai aturan individu hingga negara. Mulai masalah dapur sampai masalah keamanan dapurnya.

Islam menjadikan sosok pemimpin sebagai pengurus umat, yang akan loyal melayani rakyat untuk kesejahteraan dan keadilan. Semua tertib dalam hukum-hukum Islam. Penerapan hukum Islam ini tidak hanya sekedar praktik individu atau kelompok. Tetapi juga harus diterapkan secara total oleh negara. Karena urusannya adalah rakyat. Jaminan seutuhnya ditangan negara bukan kapital. []

Artikel Lainnya

Jul 06 2026

Ketika Air Menjadi Komoditas, Ancaman Krisis Air dalam Sistem Kapitalisme

Oleh: Rahmawati, S.Pd. Musim kemarau 2026 mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi. Badan Penanggulangan...
Sep 23 2024

Pilkada Rawan Konflik, Tanda Demokrasi Toxic

Artikel ini ditulis oleh : Rayhana Radhwa Penjabat Walikota Bekasi, Raden Gani Muhammad, mengimbau agar kampanye tidak diadakan saat car...
Jan 15 2026

Solusi Setengah Hati Penguasa Sebabkan Banjir Rob Yang Terus Berulang

Oleh : Kartini Rosmalah (Dosen Ilmu Komunikasi) Banjir rob kini terjadi di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, pada awal Desember...
Mar 14 2026

Kapitalisme dan Rapuhnya Jaminan Pendidikan bagi Rakyat

oleh: Dewinda Pratiwi Peristiwa tragis yang menimpa seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Nusa Tenggara Timur menyentak...
Dec 24 2025

Jaminan Negara Terhadap Layanan Kesehatan

Oleh: Dinda Annisa F Surat Pembaca - Isu jaminan kesehatan kembali mencuat setelah Menkes Budi Gunadi Sadikin mewacanakan agar masyarakat...
May 13 2025

NARKOBA MAKIN BEBAS, NEGARA LALAI

Oleh : Kartini Rosmalah (Dosen Ilmu Komunikasi) Bekasi darurat, remaja berstatus mahasiswa ditangkap polisi gara-gara ditemukan ganja di...
Aug 12 2025

Jalan Umum terbengkalai, Amanah Penguasa Dipertanyakan

Oleh : Estiningsih (Aktivis Muslimah Bekasi) Jalan bukan hanya sekedar sebuah rute lalu lalang orang berkendara atau melintas. Jalan...
Aug 05 2026

Pelatihan Usaha Mikro: Solusi atau Sekadar Formalitas

Oleh: Neta Sayyidah (Aktivis Muslimah Bekasi) Belajar bisnis membutuhkan ilmu. Namun, yang lebih dibutuhkan adalah dukungan dan...
Dec 15 2024

Tawuran Makin Menjadi, Remaja Krisis  Jati Diri

Oleh: Rayhana Radhwa (Ibu Rumah Tangga, tinggal di Kota Bekasi) Kronis sudah peliknya problem tawuran di Bekasi. Misan (52), warga Bekasi...
Dec 14 2024

Uang Palsu Merebak, Bukti Negara Tidak Stabil

Oleh: Irta Roshita (Aktivis Muslimah Bekasi) Kebutuhan hidup manusia dapat dipenuhi ketika uang dimiliki. Uang adalah alat tukar yang...
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments