Tawuran Makin Menjadi, Remaja Krisis  Jati Diri

by | Dec 15, 2024 | Gaya Hidup

Oleh: Rayhana Radhwa (Ibu Rumah Tangga, tinggal di Kota Bekasi)

Kronis sudah peliknya problem tawuran di Bekasi. Misan (52), warga Bekasi petugas sekuriti dikalungi celurit oleh dua remaja yang hendak tawuran di Kampung Caman, Jakasampurna, Kota Bekasi. Dua remaja itu kesal lantaran gagal tawuran. Pelaku juga merusak Pos Ronda RW hingga kacanya pecah. Sebagian rumah warga rusak terkena lemparan batu para pelaku (viva.co.id, 8/11/24).

Beberapa minggu lalu Bekasi dihebohkan dengan ditemukannya tujuh jenazah di Kali Bekasi. Ketujuhnya merupakan remaja yang terlibat tawuran yang lompat ke kali saat mengetahui ada razia polisi. Dalam keterangan berikutnya, polisi menyebut adanya kandungan alkohol dalam tubuh jenazah.

Generasi makin hari makin bikin ortu gigit jari. Memang wajar kalau kelakuan anak muda berbeda dengan jaman emaknya. Tapi kan nggak gitu juga. Sampai bermain nyawa.

Berani boleh saja tapi bukan boleh kebablasan. Anak muda boleh suka tantangan tapi tetap harus ada tuntunan, pedoman dan aturan. Disinilah agama paling banyak berperan. Agama mengajarkan bagaimana heroisme sejati.

Sayangnya agama saat ini hanya diletakkan pada ujung sajadah yang tergeletak di surau. Tak lagi dijunjung dan dihayati dalam kehidupan sehari-hari. Diabaikan dan dikesampingkan oleh tujuan hidup baru yaitu mencari eksistensi di dunia. Beginilah ajaran sekuleristik yang parahnya diadopsi remaja kita hari ini.

Remaja yang terjangkit sekulerisme menganggap eksistensi dunia lebih utama dari eksistensi di akhirat. Hal ini tercermin dalam perilaku yang diukur bukan dari pahala dan dosa namun dihargai teman atau tidak. Eksistensi grup pertemanan bagai hidup dan mati. Teman kesenggol dikit langsung nyolot dan angkat bendera permusuhan.

Remaja dengan gejala sekulerisme tentu harus ditangani sebaik mungkin karena mereka benih peradaban masa depan kita. Menanamkan pondasi jati diri adalah yang utama. Artinya sistem pendidikan harus ambil peran vital. Pendidikan yang paling sukses dalam Islam adalah pendidikan yang mampu membentuk jati diri manusia sebagai hamba Allah. Jati diri ini mengantarkan murid pada kemampuan menimbang perbuatan mana yang berbuah pahala dan perbuatan mana yang berbuah dosa.

Sistem pendidikan Islam akan mengarahkan kegiatan pertemanan pada yang positif. Adrenalin dan heroisme yang biasanya muncul dan menjadi candu saat tawuran harus digiring pada aktivitas yang lebih bermakna.

Tantangan pemicu adrenalin bisa diperoleh dengan aktivitas olahraga. Kegiatan ini menyehatkan badan baik raga maupun mental. Islam sendiri lebih menyukai muslim yang sehat daripada yang sakit.

Heroisme dalam Islam tersalurkan dalam jihad. Berkorban nyawa mencintai mati yang sesuai syariat untuk meninggikan kalimat Allah. Permusuhan ditujukan pada pihak yang tepat. Israel sebagai pembantai warga Palestina misalnya.

Islam tidak memungkiri adanya peluang terjadinya tawuran meski sudah diupayakan kegiatan preventif untuk remaja. Maka celah ini harus ditutup dengan tegasnya hukuman bagi pelaku tawuran. Dalam Islam barangsiapa yang melukai orang lain maka dia terkena hukum jinayat dengan membayar diyat yang jumlahnya sangat mahal.

Sebagai contoh, penganiayaan hingga membuat gigi tanggal harus membayar 5 ekor unta. Hilangnua salah satu jari diyatnya 10 ekor unta. Cacatnya salah satu anggota tubuh yang berpasangan dihukum diyat 50 ekor unta. Sedangkan anggota tubuh tunggal misalnya terpotongnya lidah diyat penuh 100 ekor unta. Perhitungan dengan unta ini bisa dikonversi harganya.

Bisa kita bayangkan hukuman berat tersebut sangat sulit ditanggung remaja belia. Pasti mereka akan berpikir panjang bila berniat tawuran atau pengeroyokan. Di sinilah gambaran sistem sanksi dalam Islam yang tegas itu bukan berarti sadis tapi merupakan sebuah bentuk penjagaan.

Sesungguhnya kepada Allah semua insan akan kembali. Turut berduka atas meninggalnya 7 remaja di Kali Bekasi. Semoga setiap insan bisa mengambil pelajaran dari peristiwa ini. Utamanya pemimpin sebagai pengayom, setiap jiwa rakyat akan minta pertanggungjawaban.

Artikel Lainnya

Feb 10 2025

Pagar Laut Muncul di Bekasi, Dimana Pemimpin Pengurus Umat?

oleh : Khusnul Khatimah (Aktivis Muslimah Bekasi) Istilah pagar laut belakangan ini sedang ramai diperbincangkan lantaran luas dan...
Jun 24 2024

Menuntut Ilmu

Apabila kita memperhatikan isi Al-Qur’an dan Al-Hadist, maka terdapatlah beberapa suruhan yang mewajibkan bagi setiap muslim baik...
Jul 15 2025

Fantasi Amoral Berujung Bui

Oleh : Aryanti Budi (Aktivis Muslimah Bekasi)Dunia maya telah dikejutkan dengan terkuaknya grup Facebook bernama "Fantasi Sedarah", yang...
Sep 30 2024

Kabar Gembira untuk Orangtua

Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu: أنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا مَاتَ...
Aug 16 2025

Jalur Cepat Dapat Uang : Gadai SK

oleh : Irta Roshita (Aktivis Muslimah Bekasi) Hidup yang super cepat, orang mendapatkan semua dgn mudah dan cepat…kehidupan yang instan...
Oct 04 2025

Kecacingan Berulang Lagi, Penguasa Tak Bebenah Diri?

Oleh: Rayhana Radhwa (Pemerhati Ibu dan Anak) Kalau kita mendengar kata cacing tentu yang terbersit adalah tanah. Namun, kini saat kita...
May 13 2025

NARKOBA MAKIN BEBAS, NEGARA LALAI

Oleh : Kartini Rosmalah (Dosen Ilmu Komunikasi) Bekasi darurat, remaja berstatus mahasiswa ditangkap polisi gara-gara ditemukan ganja di...
Jun 25 2024

Modal Dasar Menjadi Orang Tua

Pertanyaan dalam judul di atas sangat menggelitik dan membuat saya bercermin untuk menjawab pertanyaan itu. Siap nggak ya saya menjadi...
Apr 15 2025

Indonesia Gelap, Islam Solusinya

Oleh : Ayin Harlis Lambang garuda dengan latar hitam ramai diunggah di media sosial di bulan Februari. Lembaga pemantau media sosial,...
Dec 14 2024

Seorang Mukmin Bukanlah Yang Suka Berkata Buruk

Oleh : Yova Meiliza Pernah tidak mendengar kata "anjaylah…" atau "anjir…" ? Mungkin pernah atau malah sering. Apa yang terbersit kalau...
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments