Pembuangan Bayi Makin Lazim, Dimana Hati Nurani?

by | Dec 15, 2025 | Gaya Hidup

Oleh : Kartini Rosmalah D.K. (Dosen Ilmu Komunikasi, Unisma Bekasi)

Kasus berulang, ditemukan sesosok jasad bayi perempuan yang tergantung di tiang portal gang perkampungan di Pekayon, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat (news.detik.com, 25/10/2025). Kejadian sama pula seorang wanita menemukan kerangka tulang bayi yang ditimbun dalam tanah di daerah Kampung Kramat Blencong, Desa Segara Makmur, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi (bekasi24jam.com, 19/10/2025).

Kasus barupun muncul di daerah Kerawang yang menggegerkan warga. Ada penemuan bayi yang baru lahir dalam kondisi mulutnya dilakban, masih ada tali pusarnya, dan sudah membiru badannya. Jasad bayi ini ditemukan di pinggir jalan dekat area persawahan yang dibungkus dalam tas ransel. (detik.com, 27/10/2025)

Peristiwa ini seperti gunung es, yang tampak puncaknya. Padahal, bagian bawah gunung justru lebih banyak peristiwa ini terjadi. Ironi memang. Melihat fenomena ini seakan-akan kasus pembuangan bayi seperti sudah lazim kita dengar. Kebebasan dan materialistik menjadi standar perbuatan ini.

Maka tidak heran, pembuangan bayi banyak diakibatkan kasus pergaulan bebas. Dampaknya akan menjangkit kepada kerusakan moral, kebiadaban, dan rusaknya nasab.

Semua ini tidak lagi terjadi akibat lahirnya pandangan sekuler kapitalisme. Corak pandangan tidak hanya merusak secara individu tapi juga secara sistemik. Sebab, negara menerapkan sistem ini secara struktural. Semua ranah kehidupan menggunakan pandangan sekuler kapitalisme. Cara pandang manusia yang menafikan adanya peran Allah dalam mengatur tata kehidupan manusia baik individu, lingkungan sosial sampai negara.

Manusia bebas berbuat apapun tanpa batas. Tanpa rasa takut akan dosa dan hanya memikirkan kebebasan sebagai hal yang utama untuk diinginkan. Bahaya jika dilestarikan dalam kehidupan bernegara, maka akan rusak tatanan sosial masyarakat secara keseluran.

Tidak hanya berkaitan moral saja rusaknya, tetapi justru akan lebih fatal lagi ketika manusia terhimpit masalah ekonomi, maka naluri dan fitrah seorang wanita sebagai ibu akan hilang. Bisa dilihat bagaimana fenomena pembuangan bayi yang marak terjadi. Mereka yang melakukannya karna rasa takut, malu dan ekonomi membuat rusaknya generasi yang akan dilahirkan.

Padahal Allah sudah menjamin rezeki, ajal, dan jodoh setiap manusia. Tinggal bagaimana manusia itu sendiri untuk memilih, apakah mau mengikut aturan Allah atau nafsunya.

Islam telah mengatur pergaulan laki-laki dan perempuan. Tidak boleh ber-ikhtilat (campur baur antara laki-laki dan perempuan) dalam kehidupan umum, kecuali tiga kondisif, pendidikan, kesehatan dan ekonomi (jual beli). Islam juga melarang untuk tidak mendekati zina, tidak ber-khalwat (berdua-duaan dengan lawan jenis), tidak ber-tabaruj dalam pergaulan, agar nantinya selalu menjaga keturunannya sebagai ahli waris yang berakhlak mulia.

Semua ini bisa sempurna diterapkan jika negara menjadikan hukum Islam sebagai Undang-Undang Negara. Dimana negara menjamin pemeliharaan dan keamanan bagi seluruh warganya agar tertib dan beradab.

Negara juga wajib memupuk keimanan dan ketakwaan pada diri warganya sejak dini dengan sistem pendidikan Islam. Aqidah Islam adalah asas yang utama dalam kurikulum pendidikannya. Dengan kurikulum berbasis Aqidah Islam maka dengan sendirinya akan terbentuk kepribadian Islam bagi para pendidik dan anak didik.

Tidak hanya itu, negara juga harus terus mengontrol media informasi yang layak untuk dipublikasikan secara umum. Negara juga harus punya koridor khusus untuk warganya dalam mengkonsumsi media, sehingga peredaran konten-konten media yang berbau pornografi atau kerusakan aqidah bisa dihapus otomotif oleh negara.

Negara juga harus punya sistem sangsi yang tegas dalam melaksanakan kebijakannya. Ini dibuat sejak dini agar bisa mencegah terjadinya kerusakan moral atau dampak buruk perilaku yang tidak baik di tengah masyarakat. Oleh karena itu, dalam Islam memiliki hukum uqubat sebagai sangsi yang tegas bagi siapapun, seperti hudud, diat dan ta’zir. Tanpa memandang apakah pelakunya adalah masyarakat ataupun pejabat negara.

Wallahu’alam bish shawab

Artikel Lainnya

May 15 2026

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Oleh: Netta Sayyidah (Aktivis Muslimah Bekasi) Sudah bukan hal yang tabu pengaruh dan bahaya pornografi menjdi hal yang biasa, hal ini...
Jul 28 2024

4 Tujuan Utama Pernikahan dalam Islam

Pernikahan dalam pandangan islam bukan hanya bertujuan untuk menghalalkan hubungan seksual, walaupun memang itu menjadi salah satu...
Dec 15 2025

Pesantren Bukan Sapi Perah Perekonomian Bangsa

Oleh : Hemalia Putri (Aktivis Muslimah Bekasi) Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang memiliki peranbesar...
Jul 06 2026

Ketika Air Menjadi Komoditas, Ancaman Krisis Air dalam Sistem Kapitalisme

Oleh: Rahmawati, S.Pd. Musim kemarau 2026 mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi. Badan Penanggulangan...
Aug 16 2025

Jalur Cepat Dapat Uang : Gadai SK

oleh : Irta Roshita (Aktivis Muslimah Bekasi) Hidup yang super cepat, orang mendapatkan semua dgn mudah dan cepat…kehidupan yang instan...
Feb 10 2025

Ormas Kelola Tambang jadi Peluang atau Ancaman

Oleh : Irta Roshita (Aktivis Muslimah Bekasi) Ormas (Organisasi Masyarakat) keagamaan baru-baru ini ditawarkan mengelola Wilayah Izin...
Sep 23 2024

Pilkada Rawan Konflik, Tanda Demokrasi Toxic

Artikel ini ditulis oleh : Rayhana Radhwa Penjabat Walikota Bekasi, Raden Gani Muhammad, mengimbau agar kampanye tidak diadakan saat car...
Sep 05 2025

Pasar Modern Multi Fungsi, Benarkah Demi Masyarakat Urban?

oleh : Ayin Harlis (Aktivis Muslimah Bekasi) Apa yang kita bayangkan bila seseorang menyebut pasar tradisional? Pedagang berjejalan, bau...
Feb 10 2025

PPN NAIK, PERUSAHAAN RESAH

Oleh : Kartini Rosmalah (Dosen Ilmu Komunikasi) Rencana pemerintah menaikkan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) 12% di awal tahun, kini mulai...
Mar 14 2026

Kapitalisme dan Rapuhnya Jaminan Pendidikan bagi Rakyat

oleh: Dewinda Pratiwi Peristiwa tragis yang menimpa seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Nusa Tenggara Timur menyentak...
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments