Pertamax Naik, Rakyat Tercekik, Siapa Yang Untung?

by | Jul 6, 2026 | Gaya Hidup

Oleh: Netta Sayyidah

Kenaikan harga barang dirasakan betul oleh masyarakat, terlebih ketika pemerintah menaikan harga subsidi  Pertamax  dari Rp. 12.300 menjadi Rp. 16.250 per 10 Juni 2026. Kenaikan sebanyak 32% ini merupakan kebijakan perusahaan demi menjaga keberlangsungan  bisnis dan ketersediaanya pasokan energi agar tetap ada  bagi masyarakat.

Hal ini  sangat berdampak pada beban pengeluaran  masyarakat. Kenaikan ini mempengaruhi  berbagai sektor, termasuk daya beli masyarakat dan kondisi fiskal pemerintah.

Masyarakat menengah ke bawah merasakan dampak ini, seperti  ojek online, guru, karyawan swasta, pengusaha kecil dan ibu rumah tangga, berpotensi mengurangi pengeluaran, akibatnya daya beli Masyarakat lemah.

Harga pertamax yang naik, berimbas pada pengguna pertalite maningkat. Hal ini berpengaruh pada  permintaan BBM bersubsidi pun meningkat, akibatnya kuota pertalite semakin bertambah. Tentunya ini menjadi PR bagi pemerintah dalam menjaga keseimbangan anggaran subsidi energi.

Objek Komersialisasi dalam sistem kapitalisme

Sumber daya alam migas dimiliki oleh sekelompok orang, akibatnya masyarakat sulit untuk bisa mendapatkannya. Sekelompok orang yang disebut para korporasi mengelola sumber daya alam atas dasar bisnis, dengan tujuan mndapatkan keuntungan  sebanyak-banyaknya, bukan atas dasar pelayanan. Para korporasi menaikan harga migas terus menerus, sementara negara melanggengkan semua aturan untuk mempermudah  bagi para korporasi  berinvestasi.

Negara hanya berperan sebagai regulator, bukan sebagai pelayan masyarakat. Negara berbisnis kepada rakyat dan memberikan keuntungan bagi para korporasi, tujuan mensejahterakan rakyat jauh dari harapan.

Pengelolaan migas dalam sistem kapitalisme berdasarkan asas manfaat dan kepentingan. Para korporasi  menjadikan negara sebagai jalan mulus bagi mereka untuk dapat melanggengkan kepentingan mereka agar dari kebijakan negara, mereka mendapatkan keuntungan sebanyak- banyaknya. Inilah yang disebut para oligarki, para pengusaha sekaligus penentu kebijakan dalam pemerintahan .

Kesejahtraan Rakyat dalam Islam

Pengelolaan sumber daya alam dilakukan sesuai mekanisme sistem islam. Syariat islam sebagai acuan menjadi patokan dalam pengelolaannya.

“Kaum muslim berserikat dengan tiga perkara, yakni padang rumput, air dan api.”  (HR.Abu Daud dan Ahmad)

Dalam pandangan Islam bahan bakar Migas adalah kepemilikan umum, pengelolaannya diserahkan kepada negara yang merupakan kebutuhan hajat hidup orang banyak. Islam melarang pengelolaannya diserahkan pada pihak swasta/korporasi baik asing maupun aseng.

Negara berkewajiban mendistribusikan kebutuhan tersebut kepada seluruh rakyat dengan adil dan merata, dan tidak melakukan jual beli kepda rakyat secara komersil. Negara akan memberikan dengan harga yang murah bahkan gratis, semua dilakukan untuk kemakmuran rakyat. Sehingga tidak ada istilah subsidi dan non subsidi.

Seperti inilah wujud negara memberikan jaminan dan keadilan kepada rakyatnya. Semua ini akan terwujud jika menerapkan Islam sebagai aturan yang kaffah.

Artikel Lainnya

Mar 14 2026

Standar Ganda Sertifikasi Halal

oleh: Kartini Rosmalah D.K. (Dosen Ilmu Komunikasi) Pada pertengahan Februari lalu atau tepatnya 19 Februari 2026, Indonesia bersepakat...
Dec 15 2025

Air Keruh yang Kian Mengeruh di Bawah Bayang Pengelolaan Kapitalistik

Oleh : Dewinda Pratiwi (Aktivis Muslimah Bekasi) Keluhan warga Bekasi terhadap air keluaran Tirta Patriot yang tampak keruh dan berbau...
Feb 10 2025

Lupa Bersyukur

Oleh : Yova Meiliza Bersyukur itu mudah tapi tidak semua orang bisa melakukannya. Lihatlah, kita punya motor yang bisa membawa kita pergi...
Sep 05 2025

One Piece dan Suara Ketidakadilan

Oleh : Kartini Rosmalah D.K. (Dosen Ilmu Komunikasi, Unisma Bekasi) Tak terasa sudah 80 tahun Indonesia merdeka. Kibaran bendera berjejer...
Mar 14 2026

Kebijakan musiman di Bulan Ramadhan, buah dari Sistem Sekularisme

Oleh: Rahmawati Ramadhan, bulan mulia yang selalu dinanti setiap tahunnya kini telah tiba. Banyakkalangan yang menyambut dengan suka cita....
May 13 2025

Nestapa Palestina, Solusinya Bukan Evakuasi dan Gencatan Senjata

Oleh : Ayin Harlis (Aktivis Dakwah) Greg J Stoker, seorang aktivis anti-imperialis mengunggah video yang menunjukkan dugaan jasad warga...
Apr 15 2025

Kasus Pagar Laut, Bagaimana Pandangan Islam?

Oleh : Yova Meiliza Keberadaan pagar bambu yang membentang sejauh 30,16 kilometer di wilayah pesisir Tangerang masih menjadi perhatian....
Jun 15 2026

Radar yang Benar

#puisi Oleh: Qiqi Zakiya Safar yang lalu tak pernah mudahLahir dan batin bagai belati yang terasahApa itu gelisahKeluar lahiriyahpun tak...
Oct 28 2024

Kota Kaya Bukan Pangkal Sejahtera

Oleh: Rayhana Radhwa (Ibu Rumah Tangga tinggal di Kota Bekasi) Masyarakat Kota Bekasi menerima kabar gembira Kota Patriot didapuk dengan...
Oct 04 2025

Kecacingan Berulang Lagi, Penguasa Tak Bebenah Diri?

Oleh: Rayhana Radhwa (Pemerhati Ibu dan Anak) Kalau kita mendengar kata cacing tentu yang terbersit adalah tanah. Namun, kini saat kita...
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments