Nestapa Palestina, Solusinya Bukan Evakuasi dan Gencatan Senjata

by | May 13, 2025 | Gaya Hidup


Oleh : Ayin Harlis (Aktivis Dakwah)

Greg J Stoker, seorang aktivis anti-imperialis mengunggah video yang menunjukkan dugaan jasad warga Gaza berterbangan bersama kepulan asap yang kemudian viral di media sosial. Meskipun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari otoritas terkait terkait hal itu, serang udara Israel itu mendapat kecaman dunia (eramuslim.com, 6/4/25). Israel diketahui telah melanggar gencatan sencata sejak 18 Maret lalu dengan melancarkan serangan brutal. Dilaporkan lebih dari 1500 warga Palestina tewas dan 3.000 luka-luka sejak itu.

Sebelumnya, pada hari pertama Idul Fitri warga Gaza diwarnai duka. Serangan Israel pada Senin (31/3) menewaskan sedikitnya 64 warga Palestina, termasuk anak-anak. Dini hari itu, pengungsi Palestina dikejutkan oleh serangan pesawat Zionis yang menghantam tenda-tenda. Palang Merah Palestina akhirnya menemukan jasad 14 pekerja kemanusiaan di dekat Rafah, seminggu setelah kendaraan mereka diserang oleh Israel.

Nation State Penghalang Persatuan Umat
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan posisi Indonesia dalam membantu evakuasi warga Gaza, Palestina. Hal itu disampaikannya dalam pertemuan Joint Arab-Islamic Ministerial Committee di Antalya, Republik Turki. Sugiono mengulang posisi dukungan Indonesia untuk memerdekakan Palestina dalam bingkai solusi dua negara.

Posisi seperti Indonesia ini diambil oleh seluruh negeri muslim di dunia. Bukannya mengusir penjajah Israel namun justru memberi peluang Israel menjadi negara yang sah dan diakui dengan dalih mendukung kemerdekaan Palestina. Ini muncul karena konsep negara bangsa. Negara bangsa telah memperapuh ikatan bahwa setiap muslim adalah bersaudara dan merasakan sakit yang sama.

Konsep nasionalisme bermula dari perjanjian rahasia Inggris dan Prancis tahun 1916. Selama Perang Dunia I, Daulah Khilafah terseret dalam Aliansi Poros yang diprakarsai oleh Jerman, Austria, dan Hungaria. Lawannya blok Sekutu terdiri dari Inggris, Prancis, dan Rusia. Kekalahan Aliansi Poros pada Perang Dunia I membuat Inggris dan Prancis memperlemah Daulah Khilafah dengan mengembuskan nasionalisme di kalangan bangsa Arab dan Turki agar terpecah belah dan memisahkan diri dari Khilafah. Inggris dan Prancis sepakat membagi wilayah sesuai zona pengaruh mereka masing-masing.

Setelah itu tercetuslah Deklarasi Balfour, yaitu pernyataan publik pemerintah Inggris yang mendukung pendirian “rumah nasional bagi bangsa Yahudi” di tanah Palestina yang saat itu masih menjadi wilayah Khilafah dengan jumlah penduduk Yahudi yang minoritas. Lebih lanjut, deklarasi PBB tanggal 14 Mei 1948 menyatakan pendirian negara Zion*s.

Sejak deklarasi inilah perampasan tanah Palestina terus berlangsung. Sampai detik ini Palestina masih terjajah, sedangkan penguasa muslim dilemahkan oleh kepentingan politik dan sekat negara bangsa. Ikatan akidah Islam telah terkikis oleh kepentingan nasional masing-masing.

Genosida dan Peran Media Sosial
Media sosial saat ini milik pengusaha yang berafiliasi pada Israel sehingga penyebaran opini solusi Islam untuk Palestina menjadi terbatas. Banyak akun-akun pendukung Palestina diblokir oleh pemilik media pendukung Zion*s. Padahal penyebaran opini secara masif agar solusi hakiki Palestina dapat tersebar luas sangat diperlukan. Tak hanya itu, secara internal perusahaan raksasa mereka menindak tegas pegawai yang mendukung Palestina. Peringatan ulang tahun ke-50 Microsoft pada Jumat (4/4/2025) di Redmond, Seattle, ricuh karena Ibtihal Aboussad memprotes kerja sama perusahaan dengan militer Israel. Aboussad adalah karyawan pro-Palestina yang memprotes keterlibatan Microsoft dalam penggunaan teknologi kecerdasan artifisial (AI) untuk keperluan militer. Aksinya terjadi ketika CEO Microsoft AI, Mustafa Suleyman, mempresentasikan pengembangan asisten AI Copilot. Seorang karyawan lain, Vaniya Agrawal, juga memprotes Gates, Ballmer, dan CEO Satya Nadella berada di atas panggung. Keduanya segera dikawal keluar oleh petugas keamanan.

Tak lama kemudian Aboussad diberhentikan dari Microsoft Canada karena “tindakan indisipliner”. Microsoft menyebut Aboussad menuduh secara agresif dan menimbulkan gangguan acara penting perusahaan.

Penegakan Khilafah Solusi Palestina
Solusi hakiki Palestina bukan basa basi politik atau sekedar kecaman, tetapi memerangi musuh Islam dan membebaskan Palestina dari penjajahan dengan jihad fi sabilillah yang dikomandoi seorang khalifah bagi kaum muslim. Khilafah adalah perisai dan rumah berlindung umat dari ancaman penjajahan, perampasan, kezaliman, dan berbagai konspirasi yang dilakukan orang-orang kafir.

Kita harus mengambil Pelajaran dalam Sejarah bahwa di bawah Khilafah, selama ratusan tahun Palestina terjaga. Kita membutuhkan kepemimpinan seperti Sultan Abdul Hamid II yang tegas menolak tawaran Theodor Herzl, penggagas sekaligus pendiri negara Yahudi pada tahun 1896. Sultan berujar, “Sesungguhnya negara Khilafah ini adalah milik rakyat. Mereka tidak akan menyetujui permintaan itu. Oleh sebab itu, simpanlah kekayaan kalian itu dalam kantong kalian sendiri”.

Ketiadaan Khilafah membuat negeri-negeri muslim terjajah dan terisolasi dengan konsep negara bangsa. Umat harus disadarkan bahwa nasib Islam dan kaum muslimin tidak akan merdeka dengan ikatan kebangsaan. Oleh karenanya, penegakan Khilafah sebagai solusi atas Palestina dan negeri muslim lainnya adalah perkara mendesak dan penting.

Untuk merealisasikan tegaknya Khilafah membutuhkan kesadaran politik secara kolektif dalam perjuangan kelompok dakwah ideologis yang konsisten. Kelompok dakwah ini melakukan pembinaan intensif kepada umat, bekerja bersama umat untuk mewujudkan kembali Khilafah yang mencontoh negara Rasulullah ﷺ di Madinah.

Artikel Lainnya

Jul 26 2024

Pahala Menafkahi Istri dan Anak

Nafkah yang diberikan seorang suami kepada istrinya memiliki pengaruh yang baik dalam kehidupan rumah tangga. Salah satu alasan munculnya...
Jun 26 2024

Menyiapkan Ember Rezeki

Melihat banyaknya konten flexing di sosial media yang memamerkan berlimpahnya harta,  mudahnya bagi-bagi uang, makan makanan enak di...
Feb 10 2025

Ormas Kelola Tambang jadi Peluang atau Ancaman

Oleh : Irta Roshita (Aktivis Muslimah Bekasi) Ormas (Organisasi Masyarakat) keagamaan baru-baru ini ditawarkan mengelola Wilayah Izin...
Sep 14 2025

Kemiskinan Dan Permainan Standard ala Kapitalisme Menurut Islam Mewujudkan Kesejahteraan

Oleh : Anah Nurjanah (Aktivis Muslimah Bekasi) Kemiskinan Di Pedesaan Turun Tapi Di Perkotaan Naik Badan pusat statistic (BPS) mencatat...
May 13 2025

NARKOBA MAKIN BEBAS, NEGARA LALAI

Oleh : Kartini Rosmalah (Dosen Ilmu Komunikasi) Bekasi darurat, remaja berstatus mahasiswa ditangkap polisi gara-gara ditemukan ganja di...
Jul 15 2025

Ada Allah Dalam Setiap Urusan

Oleh : Yova Meiliza (Aktivis Muslimah Bekasi) Pernah gak sih, suatu hari kita melakukan rutinitas harian tapi kok rasanya hampa? Seperti...
Dec 15 2025

Pembuangan Bayi Makin Lazim, Dimana Hati Nurani?

Oleh : Kartini Rosmalah D.K. (Dosen Ilmu Komunikasi, Unisma Bekasi) Kasus berulang, ditemukan sesosok jasad bayi perempuan yang tergantung...
Mar 14 2026

Kapitalisme dan Rapuhnya Jaminan Pendidikan bagi Rakyat

oleh: Dewinda Pratiwi Peristiwa tragis yang menimpa seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Nusa Tenggara Timur menyentak...
May 13 2025

Kita Kira Kita Punya Waktu

Oleh : Yova Meiliza Kita kira kita punya waktu. Jadi dengan santai menunda waktu sholat dengan alasan tanggung mengerjakan tugas. Kita...
Mar 14 2026

Standar Ganda Sertifikasi Halal

oleh: Kartini Rosmalah D.K. (Dosen Ilmu Komunikasi) Pada pertengahan Februari lalu atau tepatnya 19 Februari 2026, Indonesia bersepakat...
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments