Tahun Ajaran Baru Serba Susah, Gambaran Pendidikan dalam Kapitalisme

by | Sep 7, 2026 | Gaya Hidup

oleh: Dita Adytia (Ibu Rumah Tangga Peduli Umat)

Setiap memasuki tahun ajaran baru, antusiasme belajar anak-anak sering kali dibarengi dengan kecemasan orang tua. Di berbagai wilayah di Indonesia, momen ini menjadi sumber pusing masal. Akar masalahnya jelas: akses terhadap sekolah berkualitas sangat terbatas, sementara biaya pendidikan (seperti uang seragam dan pungutan lainnya) terus melambung tinggi. Kehadiran sistem zonasi yang awalnya digadang-gadang menjadi solusi pemerataan, justru sering kali menjadi labirin rumit yang menyulitkan siswa mendapatkan sekolah yang layak.

Mengapa Pendidikan Murah dan Berkualitas Sulit Terwujud?

Kondisi seperti ini bukanlah masalah teknis semata, melainkan buah dari penerapan sistem kapitalisme. Ada lima alasan utama mengapa kondisi ini terus berulang:

  1. Dalam sistem Kapitalisme, pendidikan diposisikan sebagai komoditas yang diperjualbelikan, bukan hak dasar setiap warga negara.

Dalam pandangan kapitalisme, pendidikan tidak lagi diposisikan sebagai hak dasar warga negara, melainkan barang ekonomi (komoditas). Akibatnya, hukum pasar berlaku: ada harga, ada rupa. Sekolah berkualitas bertransformasi menjadi barang mewah yang hanya bisa diakses oleh segelintir orang yang mampu membayar mahal.

  • Peran negara dalam sistem Kapitalisme tidak bertindak sebagai raa’in (pengurus), melainkan regulator yang melepas beban pembiayaan pendidikan kepada rakyat. Misalnya masalah seragam terdapat aturan sekolah menjual seragam, tetap tidak ditindak tegas.

Sistem kapitalisme mengubah peran negara dari raa’in (pengurus rakyat) menjadi sekadar regulator. Negara perlahan melepas tanggung jawab pembiayaan pendidikan dan membebankannya kepada rakyat (komersialisasi pendidikan). Bukti nyatanya adalah pembiaran terhadap praktik bisnis di lingkungan sekolah, seperti kewajiban membeli paket seragam mahal yang kerap kali tidak ditindak tegas oleh pemerintah.

  • Banyaknya keluhan terkait sistem zonasi membuktikan negara tidak mampu mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan ke seluruh wilayah.

Banyaknya keluhan dan kecurangan dalam sistem zonasi membuktikan kegagalan negara dalam mewujudkan pemerataan fasilitas dan mutu pendidikan. Kebijakan zonasi dipaksakan berjalan ketika kualitas guru, sarana, dan prasarana antarsekolah masih timpang drastis.

  • Negara Kapitalisme tidak mampu mewujudkan pendidikan gratis, berkualitas, dan merata karena SDA yang semestinya membiayainya justru diserahkan kepada asing

Negara kapitalis tidak mampu membiayai pendidikan berkualitas secara gratis karena sumber pendanaan utamanya telah dikebiri. Sumber Daya Alam (SDA) melimpah—yang

seharusnya bisa menjadi modal utama pembiayaan publik—justru diserahkan pengelolaannya kepada swasta dan asing melalui skema privatisasi.

  • Regulasi dalam pendidikan menghancurkan mental anak dan orang tua.

Regulasi yang berubah-ubah dan mempersulit akses ini pada akhirnya merusak psikologis masyarakat. Orang tua didera stres akibat beban finansial dan birokrasi, sementara anak-anak kehilangan motivasi belajar karena sistem yang tidak menghargai potensi melainkan membatasi ruang gerak mereka melalui aturan administratif yang kaku.

Solusi Islam dalam Masalah Pendidikan

1. Islam menetapkan pendidikan sebagai hak setiap rakyat yang wajib disediakan negara

    Islam menetapkan bahwa pendidikan merupakan kebutuhan dasar publik (maslahah ammah). Negara wajib menyediakannya secara gratis dan berkualitas bagi seluruh warga negara, baik muslim maupun non-muslim, kaya maupun miskin,tanpa memandang kasta sosial.

    2. Islam mengharamkan negara melepas tanggung jawabnya dalam mengurus rakyat, negara wajib melayani rakyat sepenuh hati.

    Penguasa dalam Islam dilarang keras berlepas tangan dari urusan rakyatnya. Rasulullah SAW bersabda bahwa seorang imam (pemimpin) adalah pengurus rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas urusan rakyatnya. Negara wajib melayani dan memastikan setiap anak mendapatkan fasilitas belajar terbaik tanpa kompromi bisnis.

    3. Negara Khilafah akan mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata seluruh wilayah, sehingga setiap rakyat benar-benar mendapat haknya

    Negara Khilafah akan membangun infrastruktur pendidikan, mendistribusikan guru-guru berkualitas, dan menyetarakan kurikulum secara merata di seluruh wilayah, baik di perkotaan maupun di pelosok. Dengan kualitas yang sama baiknya di setiap sekolah.

    4. Pembiayaan yang besar untuk sektor pendidikan akan diambil dari Baitul Maal pos kepemilikan umum, sehingga pendidikan gratis terwujud tanpa pandang bulu.

    Kebutuhan dana yang masif untuk menggaji guru dengan layak, membangun laboratorium, dan menggratiskan biaya sekolah akan dipenuhi melalui Baitul Maal (Kas Negara).

    Pendapatan ini bersumber dari pos Kepemilikan Umum, yaitu hasil pengelolaan mandiri atas kekayaan alam (tambang, minyak, gas, hutan, laut) yang haram hukumnya diserahkan kepada pihak asing atau swasta. Dengan jaminan finansial ini, maka pendidikan gratis, berkualitas tinggi, dan merata bukan lagi sekadar impian, melainkan jaminan kesejahteraan yang nyata.

    5. Islam memaknai keberhasilan pendidikan yaitu tercetaknya karakter islam (pola pikir dan pola sikap islam serta berjiwa kepemimpinan) sedangkan kapitalis memaknai keberhasilan pendidikan sangat bersifat materialistis

    Perbedaan paling mendasar antara Islam dan Kapitalisme terletak pada cara kedua sistem ini memandang manusia dan tujuan hidupnya. Perbedaan cara pandang inilah yang melahirkan standar keberhasilan pendidikan yang bertolak belakang.

    Artikel Lainnya

    Aug 16 2025

    Jalur Cepat Dapat Uang : Gadai SK

    oleh : Irta Roshita (Aktivis Muslimah Bekasi) Hidup yang super cepat, orang mendapatkan semua dgn mudah dan cepat…kehidupan yang instan...
    Aug 12 2025

    Jalan Umum terbengkalai, Amanah Penguasa Dipertanyakan

    Oleh : Estiningsih (Aktivis Muslimah Bekasi) Jalan bukan hanya sekedar sebuah rute lalu lalang orang berkendara atau melintas. Jalan...
    Dec 15 2024

    Rezeki Sudah Dijamin

    Oleh : Yova Meiliza Ada orang bekerja yang harusnya dibayar 10 juta tapi hanya dibayar 5 juta. Sisanya Allah bayar melalui kesehatan,...
    Feb 10 2025

    Pagar Laut Muncul di Bekasi, Dimana Pemimpin Pengurus Umat?

    oleh : Khusnul Khatimah (Aktivis Muslimah Bekasi) Istilah pagar laut belakangan ini sedang ramai diperbincangkan lantaran luas dan...
    Jul 06 2026

    Ketika Air Menjadi Komoditas, Ancaman Krisis Air dalam Sistem Kapitalisme

    Oleh: Rahmawati, S.Pd. Musim kemarau 2026 mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi. Badan Penanggulangan...
    Jan 15 2026

    Solusi Setengah Hati Penguasa Sebabkan Banjir Rob Yang Terus Berulang

    Oleh : Kartini Rosmalah (Dosen Ilmu Komunikasi) Banjir rob kini terjadi di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, pada awal Desember...
    Feb 10 2025

    Alih Fungsi Lahan Sebab BanjirTerus Mengintai Rakyat

    Oleh : Irta Roshita (Aktivis Muslimah Bekasi) Diawal tahun Januari 2025 , cuaca menyebabkan berbagai bencana seperti banjir dn tanah...
    Feb 10 2025

    Taat = Nggak Dapat Cobaan??

    Oleh : Yova Meiliza “Ya Allah, aku sudah berusaha taat, solat tepat waktu, gak berprasangka buruk, bersikap baik tapi kenapa ujian-Mu...
    Nov 14 2025

    ​Alarm Merah LGBT: Negara Telah Abai

    Oleh : Pitri Ayu (Aktivis Muslimah Bekasi) ​Isu Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Indonesia bukanlah sekadar topik...
    May 13 2025

    Nestapa Palestina, Solusinya Bukan Evakuasi dan Gencatan Senjata

    Oleh : Ayin Harlis (Aktivis Dakwah) Greg J Stoker, seorang aktivis anti-imperialis mengunggah video yang menunjukkan dugaan jasad warga...
    Subscribe
    Notify of
    guest
    0 Comments
    Oldest
    Newest Most Voted
    Inline Feedbacks
    View all comments