Kekuasaan :  Kesempatan Memperkaya Diri Dalam sistem Kapitalisme

by | May 13, 2025 | Gaya Hidup

Oleh : Irta Roshita (Aktivis Dakwah)

Bukan hanya rumah yang di pagar, ternyata lautan yang begitu luasnya juga di pagari oleh oknum-oknum yang tidak betanggung jawab.

Laut yang besar dan luas Allah ciptakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, agar seluruh  makhluk Allah tidak hanya manusia bisa hidup dan memanfaatkannya. Pengaturan terhadap perairan laut haruslah negara yang mengatur dan mengelolanya  untuk bisa dimanfaatkan dan dirasakan keradaannya.

Ramainya kasus pagar laut yang tidak ada henti-hentinya untuk dibahasn, walaupun saat ini entah lenyap kemana hasil keputusannya, berujung  menetapkan 9 tersangka dalam kasus pemalsuaan dokumen sertifikat hak milik (SHM) di Desa Segerajaya, Tarumajaya.

Modus yang mereka lakukan dgn mnjual sebidang tanah dilaut dengan surat-surat dokumen palsu. Beberapa pihak menyebutkan para tersangka menjaminkan sertifikat palsu itu ke bank, bahkan keuntungan yang mereka peroleh bisa mencapai milyaran rupiah, dalam kasus ini masih dalm proses penyelidikan.

Sudah selayaknya suatu negara yang besar membutuhkan pemimpin yang berani dan dekat dengan rakyat , faham hati rakyat, tahu kebutuhan rakyat, ini yang disampaikan presiden Jokowi  dalam acara puncak Musra Relawan, di istora senayan Jakarta, detik.com Ahad (14-5-2025)

Penyalagunaan Wewenang

Negara yang menggunakan sistem demokrasi akan menghasilkan kerusakan yang terus menerus.  Penguasa menjadikan kekuasaan melegalisasi hukum demi kepentingan pribadi atau golongan .

Hal kecil dalam sistem demokrasi abuse of power adalah tindakan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh orang-orang tertentu. Jabatan dan kekuasaan  memiliki keterkaitan, seseorang yang memiliki jabatan ia akan memiliki wewenang atau kekuasaan tertentu. Dalam sistem demokrasi penyalagunaan wewenang atau kekuasan seringkali terjadi. Dari tingkat atas hingga tinggat bawah, meski telah berganti wajah kepemimpinan atau rezim tetap tidak pernah hilang dn selalu ada dalam rezim ini.

Karakter buruk, ambisi yang berlebihan ataupun keserakahan tergambar dalam sistem demokrasi, tekanan politik atau kepentingan bisnis menjadi salah satu penyebab penyalahgunaan  wewenang. Kekuasaan yang lepas kontrol tidak dapat dikendalikan membuat pejabat publik tidak kuat menahan keinginan untuk memperoleh kekuasaan, alhasil banyak yang menyalahgunakan wewenang. Para pejabat bertindak bebas sesuka hati, mereka memiliki wewenang yg tidak terbatas.

Lemahnya penegak hukum bagi para penyalahgunaan wewenang , mengakibatkan semakin menjamurnya prilaku ini. Hukum cenderung tajam kebawah dn tumpul keatas, rakyat biasa melakukan kesalahan kecil hukumannya berat dan lama, namun jika pejabat publik/penguasa  melakukan kesalahan hukumanya ringan.

Kehidupan kapitakistik membawa individu bergaya hidup mewah, kebutuhan hidup yang tinggi, pengeluaran lebih besar drpd pemasukan, akhirnya banyak pejabat yang menyalahgunakan wewenang untuk meraup kebutuhan materi bagi dirinya sendiri hingga tampaklah moral buruk seperti korupsi. Halal dan haram tidak menjadi standard dalam beramal. Sistem sekukerisme menjadikan setiap individu tidak takut kepada Allah, mereka memgikuti nafsu syahwat dunia saja.

Pemimpin Amanah

Dalam islam jabatan adalah amanah, siapapun yang memegang amanah kepemimpinan akan dimintai pertanggung jawabannya kelak diakhirat.

Seperti dalam sabda Rasulluloh SAW :

“Imam adalaj Ra’in (pengembala) dan ia bertanggung jawab terhdap rakyatnya”

Seorang pemimpin berkewajiban  untuk memgayomi, mengawal dan mendampingi rakyatnya. Seorang pemimpin dalam islam digambarkan sebagai perisai, yakni yang akan mencegah musuh menyerang dan akan menjaga manusia dari kehancuran dan akan menjaga kemurniaan islam.

Pemimpin memliki 2 kriteria yakni kekuatan (al-quwwah ) dan amanah (al-amanah), al quwwah artinya memiliki kapabilitas dalam semua urusan. Adapun amanah digambarkan pada takut kepda Allah SWT, tidak menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang murah dan tidak takut kepada manusia. Pemimpin dalam islam memiliki landasan keimanan dan aqidah, serta akan siap melaksankan setiap kebijakan sesuai hukum syara.

Jabatan sebagai amanah, dia tidak akan berkhianat , dia akan mengurusi urusan kaum muslim baik urusan agama maupun dunia , jika dia berkhianat maka dia telah melakukan dosa besar dan akan dijauhkan dari surga .

“Tidak seorang hambapun yang diserahi Allah untuk memelihara urusan rakya, lalu ia tidak melingkupi rakyat dengan nasehat (kebaikan), kecuali dia tidak akan mencium bau surga”

Oleh karena itu seharusnya kita khawatir kepda pemimpin-pemimpin negeri saat ini yang tidak takut akan amanah kepemimpinan.

“Kalian begitu hasrat atas kekuasaan, sedangkan kekuasaan itu pada hari kiamat kelak bisa berubah menjadi penyesalan dan kerugian.”

Orang sekarang banyak sekali yang nafsu dgn jabatan dn kekuasaan, mereka tidak peduli jika jabatan dan kekuasaan akan merubah menjdi penyesalan dan kerugian bagi mereka saat kiamat.

Naudzubilah min zalik

Wallahu a’lam bishowab

Artikel Lainnya

Jan 15 2026

Solusi Setengah Hati Penguasa Sebabkan Banjir Rob Yang Terus Berulang

Oleh : Kartini Rosmalah (Dosen Ilmu Komunikasi) Banjir rob kini terjadi di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, pada awal Desember...
Feb 10 2025

PPN NAIK, PERUSAHAAN RESAH

Oleh : Kartini Rosmalah (Dosen Ilmu Komunikasi) Rencana pemerintah menaikkan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) 12% di awal tahun, kini mulai...
Sep 05 2025

Pasar Modern Multi Fungsi, Benarkah Demi Masyarakat Urban?

oleh : Ayin Harlis (Aktivis Muslimah Bekasi) Apa yang kita bayangkan bila seseorang menyebut pasar tradisional? Pedagang berjejalan, bau...
Apr 15 2025

Indonesia Gelap, Islam Solusinya

Oleh : Ayin Harlis Lambang garuda dengan latar hitam ramai diunggah di media sosial di bulan Februari. Lembaga pemantau media sosial,...
Jul 15 2025

Fantasi Amoral Berujung Bui

Oleh : Aryanti Budi (Aktivis Muslimah Bekasi)Dunia maya telah dikejutkan dengan terkuaknya grup Facebook bernama "Fantasi Sedarah", yang...
Feb 10 2025

Taat = Nggak Dapat Cobaan??

Oleh : Yova Meiliza “Ya Allah, aku sudah berusaha taat, solat tepat waktu, gak berprasangka buruk, bersikap baik tapi kenapa ujian-Mu...
Dec 14 2024

Uang Palsu Merebak, Bukti Negara Tidak Stabil

Oleh: Irta Roshita (Aktivis Muslimah Bekasi) Kebutuhan hidup manusia dapat dipenuhi ketika uang dimiliki. Uang adalah alat tukar yang...
Oct 04 2025

Kisruh Aksi Demo, Bukti Kekecawaan Rakyat

Oleh : Kartini Rosmalah D.K. (Dosen Ilmu Komunikasi, Unisma Bekasi) Akhir Agustus lalu, Indonesia mencekam. Kemarahan rakyat tak...
Apr 15 2025

Kasus Pagar Laut, Bagaimana Pandangan Islam?

Oleh : Yova Meiliza Keberadaan pagar bambu yang membentang sejauh 30,16 kilometer di wilayah pesisir Tangerang masih menjadi perhatian....
Dec 15 2024

Pilkada, Butuh Perubahan Atau Tidak ?

Oleh : Irta Roshita (Aktivis Muslimah Bekasi) Memasuki bulan November serentak seluruh wilayah di Indonesai melakukan pemilihan Pilkada...
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments