Judi Online Merajalela, Hidup Makin Sengsara

by | Jul 22, 2024 | Gaya Hidup

Sejarah Judi di Indonesia

Berdasarkan literatur dan informasi yang telah ditelusuri ternyata ditemukan bahwa judi sudah ada dari 4000 tahun yang lalu di negara China. Selain itu di Mesir, Yunani pun juga sudah dikenal adanya judi. Pada abad ke 14 dan 15 mulai muncul judi yang sering disebut Blackjack dan Roulette. Kemudian pada abad ke 19 mulai muncul kasino dan di abad ke 20 ini mulai muncul judi online. Sedangkan untuk di Indonesia sendiri judi sudah ada sejak dari jaman penjajahan kolonial Belanda. Kala itu di Batavia banyak terdapat  etnis China di Jakarta yang gemar dan terbiasa melakukan judi, akhirnya pemerintah colonial mengatur izin tempat perjudian sehingga muncul symbiosis mutualisme antara pemerintah colonial yang mendapatkan uang dari izin tersebut dan penjudi dengan aman tanpa khawatir ditangkap bebas melakukan perjudian.

Pada masa Soekarno di tahun 60-an ada Yayasan Rehabilitasi Nasional yang menyelenggarakan undian berhadiah. Hadiah terbesar adalah 500 ribu rupiah diundi sebulan sekali, kemudian setelah itu perjudian menjamur di seluruh pelosok daerah. Pada tahun 1965 Soekarno mengeluarkan KepPres No 133 tahun 165 yang salah satu isinya mengatakan bahwa perjudian merusak moral bangsa yang bermasud untuk melarang perjudian. Yang menjadi catatan menarik adalah pada masa Ali Sadikin menjadi gubernur Jakarta yang kebijakannya terang-terangan melegalkan judi. Hasil dari pajak judi ini digunakan untuk membangun infrastruktur di Jakarta dengan menggunakan acuan UU no 11 tahun 1957 tentang pendapatan pajak daerah mengadakan hadiah undian.

Pada masa pemerintahan Soeharto tahun 1978 berdiri lembaga dengan Badan Usaha Undian Harapan dengan salah satu programnya yaitu Sumbangan Dermawan Berhadiah ( SDSB ). Setahun setelah itu lembaga tersebut menghasilkan omset 1 triliyun rupiah, hasilnya diserahkan ke Yayasan Dana Bakti Kesejahteraan Sosial, kemudian pada 1985 keluar produk undian berhadiah yang Bernama PORKAS ( Pekan Olahraga dan Ketangkasan ) dengan dasar UU no 22 Tahun 1954 tentang undian. Penggalangan dana Masyarakat dilakukan dengan kupon undian berhadiah, hasil dari penggalangan ini digunakan untuk kompetisi sepakbola galatama. Setelah protes dari masyarakat semakin banyak dan pada tahun 1993 akhirnya undian berhadiah ini dicabut izinnya.

Faktor Penyebab Menjamurnya Judi Online

Judi Online sangat menjamur di dunia termasuk di Indonesia yang menurut hasil survey adalah negara terbanyak yang orangnya ikut transaksi judi online. Beberapa faktor yang menyebabkan menjamurnya judi online di Indonesia yaitu :

  1. Kemudahan akses

Untuk mencoba judi online tidak sulit, hanya dengan search keyword Gacor maka dengan gampangnya akan langsung diakses. Bahkan tanpa membuka keyword apapun kadang muncul iklan di layer HP kita ataupun berupa SMS yang masuk.

  1. Promosi yang menarik

Promosi di layar HP sering menggoda orang yang ingin mendapatkan uang secara instan misalnya modal 100 ribu untuk 15 juta dengan gambar-gambar kemewahan dalam iklannya

  1. Besarnya taruhan bebas

Untuk maen judi online tidak membutuhkan modal besar, bahkan uang 10 ribu pun bisa digunakan sebagai modal. Oleh karena itu para kalangan menengah ke bawah sangat banyak yang bisa mengikutinya.

  1. Tidak perlu mencari lawan

Untuk melakukan judi online tidak perlu mencari lawan, lawan kita sudah standby di media judi tersebut kapanpun kita membuka aplikasi. Bahkan lawan maennya sangat menarik untuk dilihat, dengan pakaian yang seksi dan tampilan yang menawan membuat para penjudi tahan berlama-lama bermain.

  1. Tidak takut ditangkap

Tidak perlu khawatir akan ditangkap untuk melakukan judi online karena bisa dilakukan darimanapun sepanjang ada koneksi internet

Akibat Judi Online

Judi online dilarang oleh agama / diharamkan , akibat dari judi juga sangat parah diantaranya:

  1. Jual ini dan itu

Setelah menang penjudi biasanya ketagihan , jika kalah dia akan penasaran dan akan terus ingin bermain sedangkan uangnya sudah habis, akhirnya menjual barang-barang miliknya demi untuk bisa berjudi.

  1. Utang Dimana-mana

Jika barang-barang sendiri sudah habis dijual maka dengan tidak segan-segan para penjudi akan meminjam uang kepada orang-orang terdekat mereka. Dari mulai pasangan, orang tua, keluarga, tetangga dan teman. Jika orang terdekat semua sudah diutangin selanjutnya kebanyakan para penjudi meminjam ke aplikasi pinjol ( pinjaman online ) yang bunganya berlipat-lipat.

  1. Diomongin tetangga

Ketika semua keluarga dan relasi sudah diutangi akhirnya menjadi buah bibir teman-teman dan tetangganya. Semua orang tau kalau orang tersebut meminjam uang ke beberapa pihak yang akhirnya setelah itu mulai pada nggak mau untuk memberikan pinjaman lagi.

  1. Istri dan anak terlantar

Kalau masalah istri dan anak terlantar itu sudah pasti terjadi jika penjudi tidak segera sadar. Bahkan mungkin bisa dikatakan nggak peduli lagi, yang penting bisa judi dan selalu berharap bisa menang.

  1. Kriminalitas

Akibat selanjutnya jika sudah banyak pihak yang tersakiti atau terzolimi biasanya akan memunculan pertengkaran. Misalnya orang yang dipinjami uang nggak segera dikembalikan uangnya maka akhirnya terjadi pertengkaran dan tidak sedikit yang berujung kriminalitas bahkan ada yang sampai meninggal.

Jika teman-teman ingin melihat seperti apa judi online itu serta dampak-dampak yang terjadi teman-teman bisa melihat tayangan film di youtube yang berjudul NO MORE BETS. Film ini diangkat dari kisah nyata yang terjadi pada tahun 1918 tentang sindikat penipuan online internasional. Film ini mulai direlease pada tahun 2023 dan saat ini sudah bisa dilihat di youtube secara gratis. Penasaran kan … Yuks tonton filmnya agar paham dan mulai menyadari bahwa tidak ada orang yang bisa kaya dengan judi.

Artikel Lainnya

Dec 15 2024

Rezeki Sudah Dijamin

Oleh : Yova Meiliza Ada orang bekerja yang harusnya dibayar 10 juta tapi hanya dibayar 5 juta. Sisanya Allah bayar melalui kesehatan,...
Dec 15 2025

Air Keruh yang Kian Mengeruh di Bawah Bayang Pengelolaan Kapitalistik

Oleh : Dewinda Pratiwi (Aktivis Muslimah Bekasi) Keluhan warga Bekasi terhadap air keluaran Tirta Patriot yang tampak keruh dan berbau...
May 13 2025

Kekuasaan :  Kesempatan Memperkaya Diri Dalam sistem Kapitalisme

Oleh : Irta Roshita (Aktivis Dakwah) Bukan hanya rumah yang di pagar, ternyata lautan yang begitu luasnya juga di pagari oleh oknum-oknum...
Oct 04 2025

Kisruh Aksi Demo, Bukti Kekecawaan Rakyat

Oleh : Kartini Rosmalah D.K. (Dosen Ilmu Komunikasi, Unisma Bekasi) Akhir Agustus lalu, Indonesia mencekam. Kemarahan rakyat tak...
Sep 23 2024

Adab Menasehati

Oleh : Yova Meiliza Dalam hadits dari Tamim Ad Dariy radhiallahu’anhu, Rasulullah Saw bersabda:“Agama adalah nasehat”. Para sahabat...
Sep 05 2025

One Piece dan Suara Ketidakadilan

Oleh : Kartini Rosmalah D.K. (Dosen Ilmu Komunikasi, Unisma Bekasi) Tak terasa sudah 80 tahun Indonesia merdeka. Kibaran bendera berjejer...
Oct 28 2024

Kota Kaya Bukan Pangkal Sejahtera

Oleh: Rayhana Radhwa (Ibu Rumah Tangga tinggal di Kota Bekasi) Masyarakat Kota Bekasi menerima kabar gembira Kota Patriot didapuk dengan...
Jul 15 2025

Maraknya Bangunan Liar, Dimana Negara?

Oleh : Irta Roshita (Aktivis Muslimah Bekasi) Tidak dapat dipungkiri bahwa hampir di setiap wilayah kota banyak terdapat bangunan liar...
Sep 30 2024

Kabar Gembira untuk Orangtua

Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu: أنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا مَاتَ...
Nov 14 2025

​Alarm Merah LGBT: Negara Telah Abai

Oleh : Pitri Ayu (Aktivis Muslimah Bekasi) ​Isu Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Indonesia bukanlah sekadar topik...
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments