Jalan Umum terbengkalai, Amanah Penguasa Dipertanyakan

by | Aug 12, 2025 | Gaya Hidup

Oleh : Estiningsih (Aktivis Muslimah Bekasi)

Jalan bukan hanya sekedar sebuah rute lalu lalang orang berkendara atau melintas. Jalan memiliki peranan penting dalam hal aktivitas perekonomian dan pendorong kegiatan lainnya. Namun sampai saat ini nampaknya jalan yang layak pakai bagi rakyat masih jauh dari layak untuk dinikmati khususnya jalan umum. Salah satu kasus yang terjadi baru-baru ini adalah jalan umum di jalan CBL yang terletak di sasak bakar, desa kertamukti, kecamatan cibitung. Jalan CBL mengalami kerusakan parah sebab adanya tanah amblas di wilayah tersebut. Kondisi ini mengancam pengendara yang melintas baik roda dua maupun roda empat. Di sisi lain, meski Bupati Bekasi sudah meninjau lokasi tersebut namun hingga kini perbaikan belum juga dilakukan.


Sementara itu di desa sukajaya, Kecamatan cibitung, kabupaten bekasi, menjadi sorotan warga setempat. Kondisi jalan licin dan berlumpur akibat proses perbaikan yang terhenti. Akibatnya banyak pengendara roda dua terjatuh dan aktivitas warga terganggu. Kepala dinas sumber daya air bina marga dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK) mengatakan bahwa kondisi ini terjadi karena ruas jalan tersebut sedang dalam tahap pemasangan pondasi. Namun proses perbaikan terhambat akibat kelangkaan material beton.

Dari dua contoh kasus diatas dan alasan yang dikemukakan dari pemda setempat cermin bahwasannya proyek tersendat bukti kapitalisme hanya mengincar profit, Untung-Rugi. Bukan kebutuhan rakyat. Sistem sekuler menjauhkan negara dari rasa tanggung jawab menjaga keselamatan rakyat. Akibatnya rakyat jadi korban. Kondisi perbaikan yang dilakukan setengah-setengah hanya karena proyek tender, bukan mementingkan pelayanan publik. Kualitas terabaikan demi lebih mementingkan keuntungan daripada kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Dari sini bisa kita menilai penguasa tidak amanahnya dalam memegang jabatan. Dalam sekularisme amanah penguasa diabaikan. Jabatan politik tidak dianggap tanggung jawab dihadapan Tuhan tapi sekedar kekuasaan.

Di dalam islam amanah seorang penguasa yang akan dimintai pertanggungjawaban di yaumil hisab. Bagaimana seorang penguasa menjaga dan melindungi keselamatan rakyatnya. Seperti kisah khalifah Umar Bin Khattab radiyallah anhu yang sangat peduli dengan kondisi rakyatnya. Bahkan beliau khawatir jika jalanan rusak membuat seekor keledai terperosok. Ini adalah gambaran bagaimana seharusnya seorang penguasa memikirkan keselamatan rakyatnya bahkan hewan pun dipikirkan pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Islam mewajibkan negara mengelola infrastruktur langsung yang mana dananya didapat dari baitul mal. Dan baitul mal ini yang digunakan negara untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya. Tidak seperti saat ini di mana pungutan pajak di berbagai sektor, di dalam islam pemasukan untuk baitul mal seperti Kharaj, Jizyah, Ghonimah, segala sumber daya alam (tambang, hutan, padang rumput, laut dll). Dengan demikian negara bisa cepat bertindak dalam memperbaiki fasilitas demi kenyamanan dan keselamatan rakyatnya. Ketika negara yang dibangun atas dasar sistem islam, maka kesejahteraan, kenyamanan dan keselamatan bisa dinikmati rakyat khususnya.

-Wallalhu’alambishawab-

Artikel Lainnya

Dec 15 2025

Pembuangan Bayi Makin Lazim, Dimana Hati Nurani?

Oleh : Kartini Rosmalah D.K. (Dosen Ilmu Komunikasi, Unisma Bekasi) Kasus berulang, ditemukan sesosok jasad bayi perempuan yang tergantung...
Dec 15 2025

PERAN MUSLIMAH BERDAYA MEMBANGUN PERADABAN YANG KOKOH

Oleh : Lily Kirey (Aktivis Muslimah Bekasi) Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menghadiri pelantikan DPD Alisa Khadijah Ikatan...
Jan 15 2026

Solusi Setengah Hati Penguasa Sebabkan Banjir Rob Yang Terus Berulang

Oleh : Kartini Rosmalah (Dosen Ilmu Komunikasi) Banjir rob kini terjadi di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, pada awal Desember...
Feb 10 2025

Lupa Bersyukur

Oleh : Yova Meiliza Bersyukur itu mudah tapi tidak semua orang bisa melakukannya. Lihatlah, kita punya motor yang bisa membawa kita pergi...
Jun 12 2025

Menyikapi Makanan Halal Abal-Abal

Oleh : Rayhana Radhwa (Narasumber Majelis Taklim Kamila) Masyarakat sedang resah setelah heboh ayam Widuran yang tersohor di Solo ternyata...
Sep 07 2026

Tahun Ajaran Baru Serba Susah, Gambaran Pendidikan dalam Kapitalisme

oleh: Dita Adytia (Ibu Rumah Tangga Peduli Umat) Setiap memasuki tahun ajaran baru, antusiasme belajar anak-anak sering kali dibarengi...
Mar 14 2026

Standar Ganda Sertifikasi Halal

oleh: Kartini Rosmalah D.K. (Dosen Ilmu Komunikasi) Pada pertengahan Februari lalu atau tepatnya 19 Februari 2026, Indonesia bersepakat...
Jun 15 2026

Tenaga Asing Masuk, Hak Rakyat Tergeser

oleh : Wiwin Winarti Pengantar Sebanyak 78 warga negara asing (WNA) diamankan dalam operasi pengawasan keimigrasian di kawasan Greenland...
Oct 04 2025

Kecacingan Berulang Lagi, Penguasa Tak Bebenah Diri?

Oleh: Rayhana Radhwa (Pemerhati Ibu dan Anak) Kalau kita mendengar kata cacing tentu yang terbersit adalah tanah. Namun, kini saat kita...
Jul 06 2026

Ketika Air Menjadi Komoditas, Ancaman Krisis Air dalam Sistem Kapitalisme

Oleh: Rahmawati, S.Pd. Musim kemarau 2026 mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi. Badan Penanggulangan...
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments